Cerita
pendek merupakan salah satu cabang seni sastra yang sangat indah. Genre ini
mampu menyajikan cerita secara padat, yang memuat berbagai gagasan menarik
sekaligus memikat.
Seni
cerita pendek telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Banyak sastrawan
Arab yang mengukir prestasi dan menunjukkan keunggulannya dalam jenis penulisan
ini. Sebuah cerita pendek bahkan memungkinkan untuk hanya terdiri dari satu
baris kalimat saja; namun demikian, baris tersebut telah memuat beragam adegan
dan pemikiran.
Sebuah
karya sastra baru dapat dikategorikan sebagai cerita pendek apabila memenuhi
tiga unsur utama, yaitu: bagian awal, alur (konflik), dan bagian akhir.
Tanpa kehadiran ketiga bagian ini, suatu karya sulit untuk dinamakan sebagai
cerita pendek.
Kami
menyajikan kumpulan cerita pendek terbaik yang akan memukau sekaligus
memberikan banyak ide serta wawasan yang sangat bermanfaat.
1. Kisah Dokter dan Pasien Sakit
Perut
Suatu hari, ada seorang pria yang datang ke dokter karena
perutnya melilit dan sakit bukan main. Setelah memeriksa kondisinya, sang
dokter bertanya, “Kamu habis makan apa?” Pria itu menjawab kalau dia baru saja
memakan makanan yang sudah basi. Mendengar hal itu, sang dokter menatap wajah
pria tersebut lama-lama. Ia lalu berjalan mengambil tempat celak mata (sipat). Melihat
hal itu, si pasien merasa heran dan bertanya, “Dokter mau buat apa?” “Aku mau
mengoleskan celak ini ke matamu,” jawab sang dokter santai. Pria itu makin
bingung, “Lho, yang sakit kan perut saya, Dok, bukan mata saya!” Sang dokter
tersenyum lalu menjawab, “Aku tahu betul perutmu yang sakit. Tapi aku poles
dulu matamu supaya penglihatanmu makin jelas, jadi lain kali kamu tidak makan
makanan basi lagi!”
2. Kisah Dua Burung Merpati dan
Sahabat Kura-Kura
Cerita ini adalah salah satu
kisah singkat paling berkesan tentang indahnya persahabatan, kesetiaan, dan
pengorbanan demi orang-orang tersayang. Di sisi lain, cerita ini juga
mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga diri dan mematuhi petunjuk demi
keselamatan, sebab kecerobohan hanya akan membawa petaka.
Alkisah, di sebuah hutan yang
indah, persediaan air makin menipis dan tak lagi cukup untuk seluruh penghuni
hutan. Di sana hidup dua ekor burung merpati. Mereka berpikir, kalau mereka
pindah ke tempat lain yang kaya air, hidup mereka pasti akan lebih aman.
Namun, mereka punya sahabat
dekat, yaitu seekor kura-kura. Mereka sering bermain bersama dan punya banyak
sekali kenangan manis. Sang kura-kura sangat sedih saat tahu sahabat-sahabatnya
akan pergi, lalu ia memohon agar bisa ikut bersama mereka.
Kedua burung merpati pun ikut
memikirkan caranya. Namun, mereka mengingatkan sang kura-kura bahwa terbang
mereka sangat cepat, sedangkan kura-kura berjalan amat lambat, jadi akan sulit
untuk pindah bersama-sama.
Melihat kura-kura yang makin
sedih karena sadar tidak mungkin ikut, kedua merpati yang setia ini tidak tega.
Akhirnya, mereka mendapat sebuah ide yang sangat cerdas!
Mereka mengambil sebatang kayu
yang kuat. Masing-masing merpati mematuk salah satu ujung kayu tersebut dengan
paruhnya. Lalu, mereka meminta kura-kura ikut berpegangan dengan cara menggigit
bagian tengah kayu itu erat-erat. Dengan begitu, mereka bisa terbang membawanya
ke tempat baru bersama-sama. Tapi, kedua merpati memberi syarat mutlak: kura-kura tidak boleh membuka mulutnya sama sekali,
karena kalau melanggar, ia bisa jatuh dan nyawanya melayang.
Kura-kura menyetujui tawaran itu
dan berjanji tidak akan membuka mulutnya bagaimanapun kondisinya.
Ia pun menggigit kayu itu, lalu
kedua merpati mulai terbang membumbung ke udara, melintasi berbagai tempat
menuju tujuan baru. Saat sudah makin dekat dengan lokasi yang dituju,
orang-orang di bawah melihat ke atas dan heran bukan main. Mereka berseru,
“Lihat burung-burung merpati itu! Ajaib sekali, mereka bisa terbang sambil
membawa kura-kura!” Mendengar hal itu, sang kura-kura tidak sanggup
menahan diri. Ia berniat berteriak membalas, “Semoga Allah membutakan mata
kalian!”
Nahas, baru saja ia membuka
mulut, pegangannya terlepas dan tubuhnya langsung meluncur jatuh ke tanah.
Kura-kura itu terhempas keras dan meringis kesakitan. Ia sangat menyesali
kecerobohannya karena sibuk merespons omongan orang. Tindakan yang justru
mencelakai dirinya sendiri.
3. Kisah Si Dengki dan Si Pelit
Cerita ini merupakan salah satu
anekdot terkenal yang menggambarkan dua sifat manusia paling buruk: sifat pelit dan sifat dengki (iri hati).
Kedua sifat ini sangat tercela karena sering kali menjadi pintu masuk bagi
berbagai kesulitan dan masalah dalam hidup.
Alkisah, ada dua orang pria. Pria pertama terkenal sangat pelit,
sedangkan pria kedua terkenal sangat pendengki. Kabar tentang sifat buruk
mereka sampai ke telinga raja, hingga sang Raja memanggil keduanya ke istana.
Raja berkata, “Aku memerintahkan agar salah satu dari kalian
meminta satu hal kepadaku, dan aku akan memberikan kepada orang kedua dua kali lipat dari apa yang diminta oleh orang
pertama.”
Si pendengki tidak mau si pelit mendapat kebaikan yang lebih
banyak darinya. Begitu pula si pelit, ia tidak rela kalau si pendengki
memperoleh keuntungan darinya. Akibatnya, timbul percekcokan sengit sampai
mereka bertengkar hebat di hadapan Raja.
Raja menjadi sangat murka lalu menegaskan, kalau mereka tidak
segera berhenti bertengkar dan menjalankan perintahnya, ia akan memenggal
kepala mereka berdua!
Mendengar ancaman itu, ketakutanlah mereka. Bukannya meminta hal
yang menguntungkan, si pendengki justru berkata, “Wahai Raja, tolong cungkil salah satu mataku.”
Ia rela kehilangan satu matanya, hanya demi memastikan sang Raja
akan mencungkil kedua mata saingannya.
4. Kisah Raja dan Alas Kaki Kulit
Ini adalah cerita yang sangat
menarik tentang bagaimana kebijaksanaan seorang penguasa bisa membawa kebaikan
dan kenyamanan bagi rakyatnya.
Diceritakan, seorang raja yang
menguasai kerajaan sangat luas memutuskan untuk berputar mengelilingi kota guna
melihat kondisi rakyatnya secara langsung. Saat berjalan, raja merasakan betapa
menyengatnya panas permukaan tanah hingga menyiksa kakinya. Ia pun merasa
kasihan karena hal itu pasti menyusahkan seluruh rakyat di negerinya.
Raja segera mengumpulkan para menteri dan memberi perintah: agar
seluruh jalanan kota dilapisi dengan kulit hewan supaya masyarakat tidak lagi
merasakan panasnya tanah.
Namun, salah satu menteri menjelaskan bahwa hal itu sangat sulit
diwujudkan. Kerajaan tidak akan pernah punya persediaan kulit yang cukup untuk
menutupi seluruh jalanan kota. Menteri yang cerdik ini lalu memberikan solusi
lain yang jauh lebih masuk akal: yaitu membuatkan sepasang alas kaki (sepatu)
dari kulit untuk setiap warga agar bisa dipakai dan melindungi kaki mereka dari
panasnya tanah di mana pun mereka berjalan.
5. Kisah Pria Dungu di Padang
Pasir
Diceritakan, ada seorang pria
yang terkenal akan kedunguan dan kebodohannya. Suatu hari, ia pergi ke padang
pasir lalu mulai menggali tanah tanpa henti.
Seorang pria lain yang lewat merasa heran melihat tingkahnya,
lalu bertanya apa alasannya menggali. Pria dungu itu menjawab kalau ia pernah
mengubur sekeping uang dirham di padang pasir tersebut.
Pria yang melintas lalu berkata, mestinya waktu menguburnya ia
memberi tanda di tempat itu supaya tidak lupa.
Pria dungu itu menjawab mantap kalau dia sudah memberi tanda.
Ketika ditanya apa tandanya, ia menjawab polos kalau tempat penyimpanan uangnya
berada tepat di bawah naungan gumpalan awan besar yang waktu itu menaunginya.
6. Kisah Pria Pelupa dan Anaknya
Ada seorang pria yang sifat
pelupanya sudah parah sekali. Suatu hari, ia menggendong anaknya yang memakai
baju merah di atas bahunya.
Pria tersebut berjalan-jalan di pasar dan mengunjungi berbagai
tempat. Di tengah jalan, ia baru teringat kalau dia keluar rumah membawa
anaknya, tapi saat melihat ke tangannya, sang anak tidak ada.
Pria itu pun berjalan ke sana-kemari dengan panik sambil
bertanya ke orang-orang di pasar apakah mereka melihat anak kecil berbaju merah.
Orang-orang menggeleng karena tidak melihatnya.
Sampai akhirnya, ada seseorang yang menegur dan menunjuk ke
atas, “Bukankah anak yang kamu cari itu anak yang sedang duduk di bahumu?”
Pria itu menengadah melihat anaknya yang masih duduk santai di
atas bahunya, lalu berkata dengan nada menyalahkan, “Tuh kan, sudah kubilang
dari tadi, jangan pernah lepas dari sampingku!”
قصة الطبيب
يحكى أنه في زمن من الأزمان جاء
رجل مريض إلى الطبيب وكان الرجل يشكو من وجع في البطن، عندما فحص الطبيب الرجل
سأله وقال له ماذا أكلت؟ فرد الرجل على الطبيب وقال له أنه قد أكل طعام فاسد، نظر
الطبيب إلى الرجل كثيرا وتمعن فيه ثم ذهب وجاء بمكحلة، نظر الرجل إلى الطبيب
باستغراب وقال له ماذا سوف تفعل؟ فقال الطبيب سأقوم بوضع الكحل في عينك؟ فقال له
الرجل ولكن بطني هي التي تؤلمني وليست عيني، قال له الطبيب أني أعرف ذلك جيدا ولكني سوف أقوم بوضع الكحل في
عينك حتى ترى الطعام جيدا ولا تأكل طعام فاسد مرة أخرى.
قصة الحمامتين وصديقتهما السلحفاة
هذه القصة تعتبر من أجمل القصص
القصيرة على الإطلاق فهي تتضمن الكثير من المعاني الجميلة داخلها فهي تحتوي على معنى
الصداقة والوفاء وكيف أنه من الممكن أن نفعل أي شيء من أجل الحفاظ على من نحب، وفي
نفس الوقت تتضمن معنى مهم آخر وهو أنه من المفترض علينا أن نلتزم بالكثير من
الأمور التي فيها سلامتنا ودون الحرص على ذلك سوف نتعرض للكثير من الأخطار، وهذا
ما حدث في قصة الحمامتين وصديقتهما السلحفاة.
يحكى أن أنه في زمان من الأزمنة في واحدة من الغابات الجميلة كانت المياه قليلة للغاية ولا تكفي لكل الحيوانات لذا كان هناك حمامتين تعيشان في هذه الغابة وفكروا في أنهم لو تركوها وذهبوا إلى مكان فيه مياه تكفي كل الكائنات سوف يكون هذا المكان آمنا لهم، ولكن كان لهم صديقة سلحفاة طالما لعبوا سويا وكانت بينهم العديد من الذكريات الجميلة، حزنت السلحفاة كثيرا لفكرة فراق صديقاتها وقالت لهم لو أنها تستطيع أن تذهب معهم فكرت كل من الحمامات في هذا الأمر لكنهم قالوا لها أن سرعتهم كبيرة جدا وهي سرعتها قليلة للغاية فسوف يكون من الصعب أن يرحلوا سويا إلى المكان الجديد .. زاد حزن السلحفاة عندما تأكدت أنه من المستحيل أن ترحل مع الحمامات.. لكنهم كانوا يشعرون بالمحبة والوفاء لصديقتهم السلحفاة لذا جاءتهم فكرة عبقرية للغاية، قاموا بإحضار عود من الأغصان قوي للغاية وكل حمامة مسكت طرف من أطراف العود بفمها، وقالوا للسلحفاة إن تقوم هي الأخرى بالتعلق في هذا العود بفمها ومن ثم سوف يقوموا بالطيران وهي معهم ويرحلوا سويا إلى الأرض الجديدة لكنهم طلبوا من السلحفاة أن لا تفتح فمها أبدا لأن هذا سوف يؤدي إلى سقوطها وربما إلى موتها.
وافرت السلحفاة على عرض
الحمامتين ووعدتهم أن لا تفتح فمها أبدا مهما حدث ومهما كانت الظروف، وبالفعل
تعلقت السلحفاة بالعود وأخذت الحمامات في الطيران منتقلين بين مكان وآخر حتى
يذهبوا إلى المكان الذين يرغبون فيه، وعندما اقتربوا من المكان الذي سوف يسكنونه
نظر الناس إليهم وتعجبوا للغاية وقالوا أنظروا إلى هذه الحمامات وكيف أنهم يحملون
السلحفاة في مشهد عجيب هنا لم تستطع السلحفاة أن تتمالك نفسها وقال فقاً الله
أعينكم ولم تستطع أن تكمل باقي الجملة لأنها كانت في طريقها ساقطة على الأرض، شعرت
السلحفاة بالكثير من الألم عندما ارتطمت بالأرض وندمت على أنها حاولت أن تعلق على
ما قاله الناس لأن فعلتها تسببت لها في الكثير من الألم وربما الكسور أيضا.
قصة الرجل الحسود
والرجل البخيل
هذه القصص من أكثر
النوادر المشهورة وهي التي توضح صفتين من أصعب وأسوأ الصفات البشرية وهي صفة البخل
وصفة الحسد فهي من الصفات المذمومة للغاية لأنها باب للمكاره ولكل الأحداث السيئة
التي تحدث في الحياة.. وتحكي القصة ما يلي.
كان هناك رجلين عرف
الرجل الأول فيهم بأنه رجل بخيل للغاية أما الرجل الثاني فلقد عرف أنه رجل حسود
للغاية وكان هناك ملك يعرف الرجلين فطلب حضورهما أمامه وقال لهم أني أمرت أن أعطي
لواحد منكم طلبا يقوم بطلبه وسوف أعطي الثاني ضعف ما يتمناه الأول، وكان الحسود لا
يريد للبخيل أن يتميز عليه كذلك البخيل لم يكن يريد الخير للآخر، فدب بينهما
الخلاف الشديد و تعاركا في حضرة الملك، غضب الملك منهم كثيرا وقال لهم لو أنهم لم
يتوقفوا عن الشجار وفعل ما أمرهم به فسوف يقطع رأس كل منهم وساعتها شعروا بالخوف
ولكن بدلا من أن يطلب واحد منهم أن يقوم الملك بإعطائه شيئا قال له يا أيها الملك
أفقاً لي عين، لأنه يعلم ساعتها أن الملك سوف يفقأ عين للرجل الآخر.
قصة الملك والنعال
هذه قصة من القصص
الجميلة والممتعة بدرجة كبيرة وهي تبين كيف أن عدل الملوك يؤدي إلى رقي الإنسانية
وانتشار الخير.. تقول القصة أن هناك ملكا كان يحكم مملكة واسعة وكبيرة للغاية، وفي
يوم من الايام قرر الملك أن يقوم بجولة واسعة في المدينة حتى يتفقد رعاياها وهنا
شعر الملك بحرارة الأرض الشديدة وأحس أنها تؤذي كل الرعايا في دولته، جمع الملك
الوزراء في دولته وأمر بأن يتم تغطية كل شوارع المدينة بالجلد حتى لا يشعر الناس
بحرارة الأرض... لكن واحد من الوزراء قال للملك أن هذا الأمر سوف يكون صعبا للغاية
لأن في هذه الحالة لن يجدوا كمية الجلد التي تمكنهم من هذا هذا الأمر، لكنه وجد
حلا عبقريا .. قر یا آخر وهو القيام بعمل حذاء من الجلد لكل مواطن لكي يرتديه
ويحميه من حرارة الأرض.
قصة الرجل الأحمق في
الصحراء
تقول هذه القصة أن هناك
رجلا عرفت عنه الحماقة والغباء ذهب إلى الصحرا وأخذ يحفر كثيرا ثم مر عليه رجل آخر
واستغرب مما يقول بيه فسأله عن سبب قيامه بالحفر، فقال له الرجل أنه قام بدفن درهم
في الصحراء، فنظر إليه الرجل الآخر وقال له أنه من المفترض أن يكون قد وضع علامة
لكي توضح له مكان الدرهم، فقال الرجل أنه فعل ذلك، فسأله الآخر إذا وما هي العلامة
فقال له أنه عرف مكان الدرهم من خلال غيمة كبيرة كانت تظلل المكان الذي يوجد به.
قصة الرجل والصبي
كان هناك رجلا ينسى كل
شيء وفي يوم من الأيام أخذ ابنه على كتفه وكان ابنه يرتدي قميصا أحمر اللون، وظل
الرجل يمشي في الأسواق ويذهب إلى العديد من الأماكن ثم تذكر أنه خرج وكان معه ابنه
لكنه ليس في يده، ظل الرجل يسير بين الناس ويسألهم عن صبي يرتدي قميص أحمر اللون
وكان الناس يجيبونه بأنهم لم يروه، حتى قال له أحدهم أيكون هذا هو الصبي الموجود
على كتفك فنظر الرجل إلى الصبي وقال له ألم اقل لك ألا تفارقني.

Posting Komentar